BAB IV
PROPOSISI KATEGORIK
I. UNSUR DASAR PROPOSISI
Adalah suatu pernyataan yang terdiri atas hubugan 2 tem sebagai subjek dan predikat serta dapat dinilai benar dan salah. Mis, semua organisme berkembang biak. S adalah organisme dan P adalah berkembang biak.
A. 4 UNSUR PROPOSISI
1. Term sebagai subjek,
Hal yang diterangkan dalam pernyataan disimbolkan S
2. Term sebagai predikat
Hal yang menerangkan dalam pernyataan disimbolkan P.
3. Kopala
Hal yang mengungkapkan adanya hubungan antara subjek dan predikat.
4. Kuantor
Pembilang yang menunjukan lingkungan yang dimaksudkan oleh subjek.
Pendapat adalah hubungan 2 konsep yang mempunyai nilai benar dan salah.
B. TERM SEBAGAI SUBJEK
Secara sederhana dapat dibedakan dalam
1. Subjek universal
Mencakup semua dimaksud oleh subjek. Mis, semua mahasiswa Indonesia
Ax.Sx atau Vx.Sx dibaca semua x dimana S berlaku untuk x atau semua x.
2. subjek particular
mencakup sebagian dari keseluruhan yang disebutkan oleh subjek. Mis, ada mahasiswa Indonesia.
Ex.Sx atau ?x.Sx dibaca ada x dimana S berlaku untuk x atau sebagian x, x bersifat S.
C. TERM SEBAGAI PREDIKAT
Dibedakan antara
1. Predikat Afirmatif
Sifat mengiyakan adanya hubungan predikat dengan subjek dirumuskan “ adalah P “. Mis, semua peserta kuliah logika “ rajin belajar “.
Px, dibaca sifat P berlaku untuk x atau x bersifat P.
2. predikat negative
sifat mengingkari adanya hubungan predikat dengan subjek atau sifat meniadakan hubungan subjek dengan predikat. Dirumuskan “ bukan P “.
Mis, sebagian peserta kuliah logika “ tidak rajin belajar “.
D. PROPOSISI KATEGORIK
1. Subjek universal dan predikat afirmatif
Mis, “ semua rakyat Indonesia ber-Ketuhanan yang maha Esa “ disebut Proposisi universal afirmatif. Dirumuskan x(Sx ? Px) dibaca semua S adalah P.
2. Subjek universal dan predikat negative
Mis, “ Semua rakyat Indonesia tidak berpaham komunis “ disebut dengan Proposisi universal negative. Dirumuskan x(Sx ? -Px) dibaca semua S bukan P.
3. subjek particular dan predikat afirmatif
mis, “Sebagian rakyat Indonesia adalah keturunan asing “ disebut proposisi particular afirmatif. Dirumuskan ?x (Sx ^ Px ) dibaca ada S yang P
4. Subjek particular dan predikat negative
Mis, “Sebagian rakyat Indonesia tidak beragama islam “ disebut proposisi particular negative. Dirumuskan ?x (Sx ^ -Px ) dibaca ada S yang P
II. 4 MACAM PROPOSISI
A. PROPOSISI UNIVERSAL AFIRMATIF ( pernyataan umum mengiyakan )
Pernyataan bersifat umum yang mengiyakan adanya hubungan subjek dengan predikat. Disebut propossisi A ( latin “ Affirmo “).
Mis, Semua rakyat Indonesia ber-ketuhanan yang maha Esa
? ( Sx ? Px ) untuk semua x jika S berlaku untuk x maka P berlaku untuk x atau “ semua S adalah P “.
Symbol ? dibaca jika…… maka…..
Berdasarkan perbandingan atau hubungan luas term,
1. Proposisi universal afirmatif ekuivalen
Pernyataan umum mengiyakan yang antara subjek dan predikat merupakan suatu persamaan. Mis, semua warga Negara Indonesia adalah rakya Indonesia. Dsimbolkan (S=P) “S identik dengan P
S (S=P) : S identik dengan P ;
Semua S adalah P
Semua S bersifat P
2. Proposisi universal afirmatif ekuivalen
Pernyataan umum mengiyakan semua yang subjek merupakan bagian dari predikat.
Mis, setiap warga Negara Indonesia ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.
Dirumuskan S adalah P dan Sebagian P adalah S, S ? P dibaca “S bagian dari P “
S ? P dibaca “S identik dengan P “
semua S adalah P
semua S bersifat P
B. PROPOSISI UNIVERSAL NEGATIF ( pernyataan umum mengingkari )
Pernyataan bersifat umum yang mengingkari adanya hubungan subjek dengan predikat. Disebut dengan proposisi E ( huruf latin negO yang berarti mengingkari.)
Mis, rakyat Indonesia tidak boleh mengikuti ajaran komunis
Semua S bukan P dirumuskan
?x ( Sx ? -Px ) untuk semua x jika S berlaku untuk x maka non P berlaku untuk x dibaca “semua S bukan P’
C. PROPOSISI PARTIKULAR AFIRMATIF ( pernyataan khusus mengiyakan )
Pernyataan bersifat khusus yang megiyakan adanya hubungan subjek dengan predikat. Disebit proposisi I ( bahasa latin affirmo yang berarti megiyakan )
Mis, sebagian rakyat Indonesia adalah keturunan asing.
Diabstraksikan sebagian S adalah P atau ada S yang P atau beberapa S adalah P
? x ( Sx L Px ) ada x dimana S berlaku untuk x dan P berlaku untuk x atau ada S yang P atau sebagian S yang P.
Berdasarkan perbandingan luas term,
1. Proposisi particular afirmatif inklusif
Pernyataan khusus mengiyakan yang sebagian subjek merupakan bagian predikat.
Mis sebagian rakyat Indonesia adalah keturunan asing.
Dirumuskan ada sebagian S yang P dan ada sebagian P yang S, ( S ? P) dibaca S berpotongan dengan P.
2. Proposisi particular afirmatif implikasi
Pernyataan khusus mengiyakan yang sebagian subjek merupakan suatu predikat.
Mis, sebagian rakyat Indonesia adalah warga PDI
Dirumuskan sebagian S adalah P dan semua P adalah S, ( S ? P ), “ S meliputi P atau sebagian S adalah P.
( S ? P ) = ( P ? S )
D. PROPOSISI PARTIKULAR NEGATIF ( pernyataan khusus mengingkari )
Pernyataan bersifat khusus yang menginkari adanya hubungan antara subjek dan predikat. Disebut proposisi O ( huruf ke 4 lati negO artinya mengingkari ).
Mis, sebagian rakyat Indonesia bukan keturunan asing.
Diabstraksikan sebagian S buka P atau ada S yang bukan P
? x ( Sx d Px ) ada x dimana S berlaku untuk x dan non P berlaku untuk x atau ada S yang P atau ada S yang bukan P atau sebagian S buka P.
Berdasarkan perbandingan luas term
1. Proposisi particular negative inklusif
Pernyataan khusus yang mengingkari yang sebagian subjek tidak merupakan bagian dari predikat.
Mis, ada sebagian sarjana hokum yang ahli politik dan ada sebagian Sarjana hokum yang bukan ahli politik
( S – P ) dibaca selisih perpotongan S dan P.
Jika ada proposisi ( S ? P) pastia ada proposisi ( S – P ) demikian sebaliknya.
2. Proposisi particular negative implikasi
Pernyataan khusus mengingkari yang sebagian dari subjek tidak merupakan predikat.
Mis, sebagian manusia buka bangsa Indonesia.
( SP) elisih S meliputi P.
ada proposisi (S ? P ) pasti ada proposisi ( S ? P ) ndemikain sebaliknya.
III. PROPOSISI KATEGORIK DAN TUNGGAL
Berdasarkan materi yang terkandung dibedakan dalam
Proposisi A : universal afirmatif
? ( Sx ? Px ) “ semua S adalah P
Proposisi E : universal negative
?x ( Sx ? -Px ) “semua S bukan P’
Proposisi I : particular affirmative
? x ( Sx L Px ) ada S yang P
Proposisi O : particular negative
? x ( Sx d Px ) ada S yang bukan P
Berdasarkan perbandingan term atau luas term sebagi subjek dan predikat yang dihubungkan
( S = P ) : Proposisi universal afirmatif ekuivalen
( S? P ) : Proposisi universal afirmatif implikasi
( S ? P ) : Proposisi universal negative ekslusif
( S ? P ) : Proposisi partikular afirmatif inklusif
( S ? P ) : Proposisi partikular afirmatif implikasi
( S - P ) : Proposisi partikular negative inklusif
( S ? P ) : Proposisi partikular negative implikasi
A. PROPOSISI TUNGAL
Berdasarkan kuantitas dan kualitas Proposisi dibedakan,
1. Propoisis universal afirmatif
Mis, semua adalah rakyat Indonesia yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa.
Dirumuskan x.Px dibaca semuanya adalah P
2. Propoisis universal negative
Mis, Semua bukan rakyat Indonesia yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa
Dirumuskan ? x.Px dibaca semuanya bukan P
3. Propoisis particular afirmatif
Mis, sebagiannya adalah rakyat Indonesia yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa
Dirumuskan ? x.Px dibaca sebagiannya adalah P
4. Propoisis universal afirmatif
Mis, sebagiannya bukan rakyat Indonesia yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa
Dirumuskan ? x.Px dibaca sebagiannya bukan P
B. PROPOSISI DALAM PENALARAN
Dalam logika yang khusus penalaran kategorik dibedakan,
1. Penalaran dalam bentuk pertentangan
2. Penalaran dalam bentuk persamaan
3. Penalaran dalam bentuk penyimpulan
Bentuk2 Proposisi sebagai pangkal pikir penalaran kategorik baik berkuator dan berhimpun adalah sbb,
Proposisi tunggal berkuantor,
? .x.Px : proposisi universal afirmatif
? .x.-Px : proposisi universal negatif
? .x. Px : proposisi partikular afirmatif
? .x. –Px : proposisi partikular negative
Proposisi kategori berkuantor ( berkuantor dan berhimpunan ),
PS : proposisi universal afirmatif
?x ( Sx ? Px ) : proposisi universal afirmatif
?x ( Sx ? -Px ) : proposisi universal negatif
? x.. ( Sx L Px ) : proposisi partikular afirmatif
? x ( Sx L -Px ) : proposisi partikular megatif
Proposisi kategorik berhimpunan
( S = P ) : Proposisi universal afirmatif ekuivalen
( S? P ) : Proposisi universal afirmatif implikasi
( S ? P ) : Proposisi universal negative ekslusif
( S ? P ) : Proposisi partikular afirmatif inklusif
( S ? P ) : Proposisi partikular afirmatif implikasi
( S - P ) : Proposisi partikular negative inklusif
( S ? P ) : Proposisi partikular negative implikasi
Kamis, 25 September 2008
bab 3 analisa dan definisi
BAB III
ANALISIS DAN DEFINISI
I. ANALISIS ATAU PEMBAGIAN
A. PENGERTIAN ANALISIS
Secara umum disebut dengan pembagian. Dalam logika, berarti pemecahbelahan atau penguraian secara jelas berbeda kebagian2 dari suatu keseluruhan.
B. MACAM2 ANALISIS
1. ANALISIS LOGIK
Pemecahan belahan sesuatu ke bagian2 yang membentuk keseluruhan atas dasar tertentu
a. analisis universal
merupakan pemerincian atau penguraian suatu genus dibagi kedalam semua spesiesnya atau juga dirumuskan pemecahbelahan term umum ke term2 khusus. Mis, hewan dibagi atas manusia, gorilla, kerbau.
b. analisis dikotomi
merupakan pemecahan belahan sesuatu dibedakan menjadi 2 kelompok yang saling terpisah, satu term positif yang lain term negative. Mis, ilmu dibedakan atas eksakta dan non eksakta.
2. ANALISIS REALIS
Pemecahbelahan berdasaran susunan benda yang merupakan keastuan atau atas dasar sifat perwujudan bendanya.
a. Analisis esensial
Pemecahbelahan sesuatu hal ke unsure dasar yang menysusnnya. Mis manusia dibagi atas jiwa dan raga
b. Analisis aksidental
Berdasarkan sifat2 yang menyertai perwujudannya. Mis, kucing dapat putih, coklat, hitam dan warna lainnya.
C. HUKUM2 ANALISIS
Petunjuk untuk mengadakan analisis secara ideal.
1. Analisis atau pembagian harus berjalan menurut sebuah asas tunggal, yakni harus mengikuti prinsip atau sudut pandang yang sama. Mis, menganalisis bangunan gedung menurut asas fungsi tidak boleh beralih menurut gaya arsitekturnya.
2. harus lengkap dan tuntas, yakni spesies2 yang merupakan bagian2 penyusunnya apabila dijumlahkan harus sama dengan genusnya.
3. harus jelas terpisah antar bagiannya, yakni spesies2 penyusun genus terpisah yang satu dengan yang lain.
II. KLASIFIKASI ATAU PENGGOLONGAN
A. PENGERTIAN KLASIFIKASI
Yakni dari sesuatu yang yang beraneka ragam coraknya menuju kearah keseluruhan yang sistematik dan bersifat umum sampai terciptanya genus tertinggi.
B. MACAM2 KLASIFIKASI
1. Kodrati
Ditentukan oleh susunan kodrati, sifat2 dan atribut2 yang dapat ditemukan dari bahan2 yang tengah diselidiki. Mis, klasifikasi kodrati dar tumbuhan akan didasarkan atas system filogenetika atau keturunan bersama
2. buatan
oleh sesuatu maksud yang praktis dari seseorang. Mis, pembuatan daftar nama2 tumbuhan secara abjad.
3. diagnostic
gabungan dari tidak sepenuhnya kodrati dan buatan.
C. HUKUM2 KLASIFIKASI
Herbert L. Searles_ Logic and Scientific Methode : An Introductory Course.
1. Harus hanya ada satu asas tertentu
2. harus sampai tuntas dan jelas
3. unsur2 sebagai bagian untuk mnyusun konsep universal harus jelas terpisah satu dengan yang lain
III. DEFINISI ATAU PENJELASAN
Berasal dari kata latin Definire artinya menandai batas2 pada sesuatu, dapat diartikan sebagai penjelasan apa yang dimaksud oleh sesuatu term atau dengan kata lain ialah suatu pernyataan yang memuat penjelasan tentang arti suatu term.
Secara garis besar dibedakan dalam :
A. DEFINISI NOMINALIS
Penjelaswan sebuah istilah dengan kata lain yang lebih umum dimengerti.
1. Definisi Sinonim
Dengan memberikan persamaan kata yang lebih dimenegrti. Mis, damapk adalah pengaruh yang menbawa akibat, arca adalah patung.
2. Definisi Simbolik
Memberi persamaan pernyataan berbentuk simbol2. mis
(P?Q) ? -(P?-Q) jika p maka q, didefinisikan non (p dan non q )
(A ? B ) ? ? x ( x ? A ? x ? B) A adalah bagian B, didefinisikan untuk semua x jika x anggota A maka x anggota B
3. Definisi Etimologik
Dengan cara memberikan asal mula istilahnya. Mis, demokrasi dari asal kata “ demos “ berarti rakyat, “kratos/kratein” berarti kekuasaan/ berkuasa.
4. Definisi Sematik
Penjelasan suatu tanda dengan arti atau makna yang telah terkenal, mis
Tanda ? berarti maka atau jadi
Tanda ? berarti jika….maka….
Tanda ? berarti bila dan hanya bila
Jika hanya……maka….
5. Definisi stipulatuf
Pemberian nama atas dasar kesepakatan bersama. Mis planet tetentu disebut Mars
6. Definisi denotative
Penjelasan istilah dengan cara menunjukkna atau memberi contoh suatu benda atau hal yang termasuk dalam cakupan istilah tertentu. Mis, jagung, padi dll.
- Definisi ostensit
Memberi batasan sesuatu istilah dengan memberi contoh.
- Definisi enumeratif
Memberi batasan sesuatu istilah dengan memberi perincian satu demi satu secara lengkap. Mis, propinsi di Indonesia adalah prop jatemg, diy, dki samapi terahkir papua barat
Syarat2 definisi nominalis
- Apabila sesuatu kata mempunyai sesuatu arti tertentu.
- Jangan mengunakan kata untuk mendefinisikan jika tidak tahu.
- Apabila arti dan pengertian sesuatu istilah menjadi suatu objek pembicaraan.
B. DEFINISI REALIS
Penjelasan tentang hal yang ditandai oleh sesuatu istilah.
1. Definisi Esensial
Penjelasan dengan cara menguraikan bagian2 dasar yang menyusun sesuatu hal.
- Definisi analitik
Menunjukkan bagian2 suatu benda yamg mewujudkan esensinya. Mis, “manusia” dapat didefinisikan suatu subtansi yang terdiri atas badan dan jiwa
- Definisi konotatif
Menunjukkan isi dari suatu term yang terdiri atas genus dan deferensia. Mis, manusia adalah hewan yang berakal.
Definisi konotatif dapat dicapai melalui :
1). Membandingkan hal yang hendak didefinisikan dengan hal lain.
2). Menunjukan jenis atau golongan yang memuat hal tersebut
3). Menunjukkan ciri2 yang membedakan hal tersebut dari semua hal lain yang termasuk golongan yang sama
2. definisi Deskriptif
menunjukkan sifat2 yang dimiliki oleh hal yang didefinisikan.
a. Definisi aksidental
Menunjukkan jenis dari halnya dengan sifat2 khusus yang menyertai hal tersebut. Mis, manusia adalah hewan ang berpolitik.
b. Definisi kausal
Menyatakan bagaimana sesuatu hal terjadi atau terwujud. Mis, awan adalah uap air yang terkumpul diudara karena penyinaran laut oleh matahari
C. DEFINISI PRAKTIS
Penjelasan tentang suatu hal ditinjau dari segi kegunaan atau tujuan.
1. Definisi operasional
Penjelasan suatu term dengan cara menegaskan langkah2 pengujian khusus yang harus dilaksanakan .
a. Operasional Kualitatif
Berdasarkan isi atau kekuatan hal yang diamati. Mis, magnet adalahlogam yang dapat menarik gugusan besi.
b. Operasional kuantatif
Berdasarkan banyak atau jumlah hal yang diamati. Mis, panjang adalah jumlah kali ukuran standar memenuhi jarak.
2. definisi fungsional
dengan cara menunjukan kegunaan atau tujuannya. Mis, Negara adalah persekutuan besar yang bertujuan kesejahteraan bersama bersifat pragmatis.
3. Definisi persuasif
Merumuskan suatu pernyataan yang dapat mempengaruhi orang lain. Mis, lux adalah sabun bintang2 film
D. SYARAT2 DEFINISI
1. Harus menyatakan ciri2 hakiki dari apa yang didefinisikan. Mis, hewan adalah organisme berindra.
2. harus merupakan suatu kesetaraan arti hal yang didefinisikan.
a. Definiens tidak lebih luas dari yang didefinisikan. Mis, manusia adalah “ organisme yang berindra “ adalah terlalu luas.
b. Definiens tidak lebih sempit dari yang didefinisikan. Mis, kursi sebagai “ barang yang sekarang diduduki “ adalah terlampau sempit.
3. Harus menghidarkan pernyataan yang emuat istilah2 yang didefinisikan. Mis, keracunan adalah hasil akibat minum obat.
4. Sedapat mungkin harus dinyatakan dalam bentuk rumusan yang positif. Mis, dinyatakan kaya bila orang itu tidak miskin.
5. Harus dinyatakan secara singkat. Mis, alumunium adalah jenis logam tertentu yang bercahaya
ANALISIS DAN DEFINISI
I. ANALISIS ATAU PEMBAGIAN
A. PENGERTIAN ANALISIS
Secara umum disebut dengan pembagian. Dalam logika, berarti pemecahbelahan atau penguraian secara jelas berbeda kebagian2 dari suatu keseluruhan.
B. MACAM2 ANALISIS
1. ANALISIS LOGIK
Pemecahan belahan sesuatu ke bagian2 yang membentuk keseluruhan atas dasar tertentu
a. analisis universal
merupakan pemerincian atau penguraian suatu genus dibagi kedalam semua spesiesnya atau juga dirumuskan pemecahbelahan term umum ke term2 khusus. Mis, hewan dibagi atas manusia, gorilla, kerbau.
b. analisis dikotomi
merupakan pemecahan belahan sesuatu dibedakan menjadi 2 kelompok yang saling terpisah, satu term positif yang lain term negative. Mis, ilmu dibedakan atas eksakta dan non eksakta.
2. ANALISIS REALIS
Pemecahbelahan berdasaran susunan benda yang merupakan keastuan atau atas dasar sifat perwujudan bendanya.
a. Analisis esensial
Pemecahbelahan sesuatu hal ke unsure dasar yang menysusnnya. Mis manusia dibagi atas jiwa dan raga
b. Analisis aksidental
Berdasarkan sifat2 yang menyertai perwujudannya. Mis, kucing dapat putih, coklat, hitam dan warna lainnya.
C. HUKUM2 ANALISIS
Petunjuk untuk mengadakan analisis secara ideal.
1. Analisis atau pembagian harus berjalan menurut sebuah asas tunggal, yakni harus mengikuti prinsip atau sudut pandang yang sama. Mis, menganalisis bangunan gedung menurut asas fungsi tidak boleh beralih menurut gaya arsitekturnya.
2. harus lengkap dan tuntas, yakni spesies2 yang merupakan bagian2 penyusunnya apabila dijumlahkan harus sama dengan genusnya.
3. harus jelas terpisah antar bagiannya, yakni spesies2 penyusun genus terpisah yang satu dengan yang lain.
II. KLASIFIKASI ATAU PENGGOLONGAN
A. PENGERTIAN KLASIFIKASI
Yakni dari sesuatu yang yang beraneka ragam coraknya menuju kearah keseluruhan yang sistematik dan bersifat umum sampai terciptanya genus tertinggi.
B. MACAM2 KLASIFIKASI
1. Kodrati
Ditentukan oleh susunan kodrati, sifat2 dan atribut2 yang dapat ditemukan dari bahan2 yang tengah diselidiki. Mis, klasifikasi kodrati dar tumbuhan akan didasarkan atas system filogenetika atau keturunan bersama
2. buatan
oleh sesuatu maksud yang praktis dari seseorang. Mis, pembuatan daftar nama2 tumbuhan secara abjad.
3. diagnostic
gabungan dari tidak sepenuhnya kodrati dan buatan.
C. HUKUM2 KLASIFIKASI
Herbert L. Searles_ Logic and Scientific Methode : An Introductory Course.
1. Harus hanya ada satu asas tertentu
2. harus sampai tuntas dan jelas
3. unsur2 sebagai bagian untuk mnyusun konsep universal harus jelas terpisah satu dengan yang lain
III. DEFINISI ATAU PENJELASAN
Berasal dari kata latin Definire artinya menandai batas2 pada sesuatu, dapat diartikan sebagai penjelasan apa yang dimaksud oleh sesuatu term atau dengan kata lain ialah suatu pernyataan yang memuat penjelasan tentang arti suatu term.
Secara garis besar dibedakan dalam :
A. DEFINISI NOMINALIS
Penjelaswan sebuah istilah dengan kata lain yang lebih umum dimengerti.
1. Definisi Sinonim
Dengan memberikan persamaan kata yang lebih dimenegrti. Mis, damapk adalah pengaruh yang menbawa akibat, arca adalah patung.
2. Definisi Simbolik
Memberi persamaan pernyataan berbentuk simbol2. mis
(P?Q) ? -(P?-Q) jika p maka q, didefinisikan non (p dan non q )
(A ? B ) ? ? x ( x ? A ? x ? B) A adalah bagian B, didefinisikan untuk semua x jika x anggota A maka x anggota B
3. Definisi Etimologik
Dengan cara memberikan asal mula istilahnya. Mis, demokrasi dari asal kata “ demos “ berarti rakyat, “kratos/kratein” berarti kekuasaan/ berkuasa.
4. Definisi Sematik
Penjelasan suatu tanda dengan arti atau makna yang telah terkenal, mis
Tanda ? berarti maka atau jadi
Tanda ? berarti jika….maka….
Tanda ? berarti bila dan hanya bila
Jika hanya……maka….
5. Definisi stipulatuf
Pemberian nama atas dasar kesepakatan bersama. Mis planet tetentu disebut Mars
6. Definisi denotative
Penjelasan istilah dengan cara menunjukkna atau memberi contoh suatu benda atau hal yang termasuk dalam cakupan istilah tertentu. Mis, jagung, padi dll.
- Definisi ostensit
Memberi batasan sesuatu istilah dengan memberi contoh.
- Definisi enumeratif
Memberi batasan sesuatu istilah dengan memberi perincian satu demi satu secara lengkap. Mis, propinsi di Indonesia adalah prop jatemg, diy, dki samapi terahkir papua barat
Syarat2 definisi nominalis
- Apabila sesuatu kata mempunyai sesuatu arti tertentu.
- Jangan mengunakan kata untuk mendefinisikan jika tidak tahu.
- Apabila arti dan pengertian sesuatu istilah menjadi suatu objek pembicaraan.
B. DEFINISI REALIS
Penjelasan tentang hal yang ditandai oleh sesuatu istilah.
1. Definisi Esensial
Penjelasan dengan cara menguraikan bagian2 dasar yang menyusun sesuatu hal.
- Definisi analitik
Menunjukkan bagian2 suatu benda yamg mewujudkan esensinya. Mis, “manusia” dapat didefinisikan suatu subtansi yang terdiri atas badan dan jiwa
- Definisi konotatif
Menunjukkan isi dari suatu term yang terdiri atas genus dan deferensia. Mis, manusia adalah hewan yang berakal.
Definisi konotatif dapat dicapai melalui :
1). Membandingkan hal yang hendak didefinisikan dengan hal lain.
2). Menunjukan jenis atau golongan yang memuat hal tersebut
3). Menunjukkan ciri2 yang membedakan hal tersebut dari semua hal lain yang termasuk golongan yang sama
2. definisi Deskriptif
menunjukkan sifat2 yang dimiliki oleh hal yang didefinisikan.
a. Definisi aksidental
Menunjukkan jenis dari halnya dengan sifat2 khusus yang menyertai hal tersebut. Mis, manusia adalah hewan ang berpolitik.
b. Definisi kausal
Menyatakan bagaimana sesuatu hal terjadi atau terwujud. Mis, awan adalah uap air yang terkumpul diudara karena penyinaran laut oleh matahari
C. DEFINISI PRAKTIS
Penjelasan tentang suatu hal ditinjau dari segi kegunaan atau tujuan.
1. Definisi operasional
Penjelasan suatu term dengan cara menegaskan langkah2 pengujian khusus yang harus dilaksanakan .
a. Operasional Kualitatif
Berdasarkan isi atau kekuatan hal yang diamati. Mis, magnet adalahlogam yang dapat menarik gugusan besi.
b. Operasional kuantatif
Berdasarkan banyak atau jumlah hal yang diamati. Mis, panjang adalah jumlah kali ukuran standar memenuhi jarak.
2. definisi fungsional
dengan cara menunjukan kegunaan atau tujuannya. Mis, Negara adalah persekutuan besar yang bertujuan kesejahteraan bersama bersifat pragmatis.
3. Definisi persuasif
Merumuskan suatu pernyataan yang dapat mempengaruhi orang lain. Mis, lux adalah sabun bintang2 film
D. SYARAT2 DEFINISI
1. Harus menyatakan ciri2 hakiki dari apa yang didefinisikan. Mis, hewan adalah organisme berindra.
2. harus merupakan suatu kesetaraan arti hal yang didefinisikan.
a. Definiens tidak lebih luas dari yang didefinisikan. Mis, manusia adalah “ organisme yang berindra “ adalah terlalu luas.
b. Definiens tidak lebih sempit dari yang didefinisikan. Mis, kursi sebagai “ barang yang sekarang diduduki “ adalah terlampau sempit.
3. Harus menghidarkan pernyataan yang emuat istilah2 yang didefinisikan. Mis, keracunan adalah hasil akibat minum obat.
4. Sedapat mungkin harus dinyatakan dalam bentuk rumusan yang positif. Mis, dinyatakan kaya bila orang itu tidak miskin.
5. Harus dinyatakan secara singkat. Mis, alumunium adalah jenis logam tertentu yang bercahaya
Langganan:
Postingan (Atom)